Kasih Tuhan Dalam Bentuk Ujian

Kebaikan Tuhan tuh kadang datang dalam bentuk yang gak kita duga dan bayangkan, bahkan sesuatu yang tidak kita harapkan. Percaya aja, dibalik itu semua pasti ada hal-hal indah yang Tuhan sudah siapkan. Hal itu pula yang terjadi pada saya dan Ai. Di H-12 pernikahan kami, saya menerima kabar yang ga disangka-sangka.

Kronologis

Kabar itu datang dari vendor jas, beliau menelpon saya tepat disaat saya selesai makan siang bersama teman untuk ngasih undangan. Yang saya ingat cuma satu.. Si ko Alvin ngomong “Si W lari..”..

Tanpa mendramatisir keadaan, tapi kalian pasti bisa membayangkan, betapa shock nya saya saat itu. Begitu balik ke kantor, saya menelpon beberapa vendor lainnya untuk mengkonfirmasi kabar tersebut, dan ternyata benar adanya.

Flashback ke hari sebelumnya, 17 Mei 2015, saya, Ai dan 2 sepupu saya pergi ke bridal tersebut untuk fitting gaun penerima tamu. Paginya Ai sempat telpon dan janjian dengan pemiliknya, ga ada firasat apa-apa. Begitu sampai disana, kami sedikit kaget menemukan bridal dalam keadaan dikunci dan digembok. Tak seperti biasanya memang. Dihari-hari sebelumnya, meski mereka ada jadwal pengantin, tapi rumah tak pernah dikunci, pasti selalu ada yang menunggui. Ai sempat bercanda “Lari kali ni orang” yang sempat bikin saya sebal dan merasa hal tersebut ga lucu.

Lama kami menunggu, barangkali ada sejam lebih. Daripada terluntang-lantung ga jelas, kami memutuskan pergi ke convenient store terdekat. Sampai jam 6.30 malam, ga ada kabar berita sama sekali. Ditelpon ga aktif, dibbm ga masuk. Akhirnya kami memilih pulang.

Ternyata besokkannya kami mendapati kabar bahwa benar sang empunya bridal sudah melarikan diri.

Yang membuat air mata saya jatuh adalah saat menelpon vendor bunga. Didalam percakapan kami yang ga terlalu panjang, saya ingat dia berkata “Tenang ya dek, percaya aja Tuhan Yesus pasti tolong” dan saya tentu saja mengamininya. Ga terasa muka saya panas, dan saya menangis. Bukan karena persoalan yang sedang terjadi, tapi justru ada damai dihati saya waktu beliau ngomong seperti itu. Dan saya ga bisa menahanannya.

Saya akhirnya meminta ijin atasan untuk pulang lebih awal. Saya menceritakan semuanya, dan beliau mengerti.

Pukul 14.30 saya langsung keluar kantor dengan tujuan ke gedung. Ai yang lagi ada proyek di MOI pun langsung meluncur. Saat berbicara dengan perwakilan gedung, betapa kagetnya kami saat mengetahui bahwa dari bridal baru membayar Rp. 1jt dari seluruh total biaya gedung. Dan setelah dikonfirmasi ke PIC gedung nya, ternyata memang si bridal ini sedari dulu seperti itu, dia baru melunasi tagihan gedung di H-7 bahkan H-3. Kaget dan marah pas dengar. Kok bisa segitu percayanya. Tapi akhirnya kami dengan iman memastikan ke pihak gedung bahwa acara akan tetap berjalan sesuai dengan rencana awal. Setelah memastikan semua aman dengan pihak gedung, kami pamit.

Kami memutuskan untuk melihat sendiri ke bridal itu, apakah benar kosong atau bagaimana. Dan setelah sampai disana ternyata benar adanya. Keadaan rumahnya sama seperti yang kami lihat dihari sebelumnya.

Akhirnya kami pun memilih pulang ke kontrakan untuk bertemu Mei dan Eric.

Bingung, itu yang ada dibenak saya pas mulai bisa mencerna semua yang terjadi. Bagaimana dengan acara yang akan berlangsung kurang dari dua minggu ini? Undangan sudah terlanjur dipesan, semua vendor sudah dikonfirmasi untuk acara tanggal 30 Mei, para orang tua, saudara bersaudara sudah menetapkan jadwal untuk datang.

Pertolongan Tuhan

Tapi disinilah kebaikan Tuhan boleh saya dan Ai rasakan. Sama seperti seorang anak kecil yang sedang bermain dengan ayahnya, dan anak tersebut jatuh, anak itu ga perlu sampai harus berteriak meminta pertolongan ayahnya. Ayahnya pasti, pasti akan langsung lari sekencang-kencangnya untuk menolong anak yang dikasihinya. Saya dan Ai pun begitu. Belum sempat mulut kami berteriak untuk meminta pertolongan Tuhan, tapi Tuhan dengan bersegera mengulurkan tangan-Nya menolong kami.

Adalah teman-teman blogger yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong kami, untuk memastikan bahwa acara kami tetap akan terlaksana. Lewat Mei dan sang suami, Eric, mereka menjadi juru bicara dari hasil rapat melalui whatsapp grup dengan teman lainnya. Iya saya tau itu setelah dengan tak sengaja melihat ke hp nya Mei, mereka ternyata buat grup untuk saya. Sungguh saya terharu. :’) Malam itu, Mei dan Eric memastikan ke kami berdua bahwa acara akan tetap berjalan. Mereka bahkan sudah memegang catatan apa yang harus dikerjakan.

Lami kami berbicara malam itu, sampai mendekati tengah malam saya pun memutuskan untuk pulang ke kost.

Mengurus Semua Kembali

19 Mei 2015 adalah hari yang sangat panjang dan penuh anugerah buat kami. Dihari itu kami kembali deal dengan beberapa vendor seperti waktu awal kami mengrus semuanya.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah gedung. Hal itu karena dihari sebelumnya kami tidak sempat bertemu marketing kami, Bang Idhoe, karena beliau off. Saat bertemu dngan bang Idhoe, kami sama-sama tak percaya dengan apa yang terjadi. Tapi disitu bang Idhoe berjanji untuk membantu kami untuk berbicara dengan pemilik gedung soal keringanan pembayaran.

Tempat kedua adalah vendor jas. Kami bersyukuuurrrr sekali karena kami deal dengan vendor-vendor yang baik. Alvin Taylor adalah rekanan si W, jadi saat belum bermasalah pun hubungan kami memang sudah baik dengan ko Alvin. Dan Puji Tuhan banget ko Alvin memberi kami harga seperti yang beliau berikan ke W.

Tempat ketiga adalah Stellian Brides. Awalnya sempat ragu mau kesana karena posisinya jauh di Warakas Tanjung Priuk. Tapi setelah mempertimbangkan harga sewa nya, akhirnya kami pun kesana. Puji Tuhan pemiliknya ramah sekali. Kami juga sempat bercerita soal masalah yang kami hadapi, karena memang ternyata beritanya juga sudah keluar disalah satu tv swasta. Setelah mencoba beberapa gaun, saya akhirnya menemukan satu gaun yang memang langsung klop dihati. Setelah bayar DP kami pun balik.

Tempat berikutnya yang kami tuju adalah Dunkin Donuts dekat kontrakan kami. Disitu kami sudah janjian dengan vendor foto dan liputan, Be Bless. Bisa dibilang, kalau bukan karena ko Anto, kami pasti sudah melunasi pembayaran ke W. Puji Tuhan karena beliau, uang Rp 5,5jt kami bisa terselamatkan. Disini juga kami bersyukur karena ko Anto memberikan kami harga rekanan. Kami pun langsung melunasinya. Selesai urusan dengan ko Anto kami berjalan kaki menuju kontrakan.

Lagi kami ke rumah Mei dan Eric, Puji Tuhan kami dibantu dengan mobil pengantin dengan harga yang terjangkau. Cihu Eric berbaik hati membantu kami. Dan hari itu juga kami langsung melunasi pembayaran untuk mobil pengantin. Malam itu tak hanya ada saya dan Mei, tapi juga ada Marlin. Kami mengobrol sampai hari malam, mungkin kalau tak dipanggil para pria, kami masih asik dikamar Mei.

Pujiii Tuhan hari itu boleh berakhir baik. Semua urusan yang tersisa yang disebabkan masalah yang kami hadapi boleh terselesaikan dengan baik. 🙂

Pemberitaan Yang Luar Biasa

Awalnya saya dan Ai memutuskan untuk menahan berita soal kejadian ini dari keluarga dan teman-teman. Tidak, bukan karena kami malu tentu saja. Ini bukan aib, kami bukan pelaku penipuan, kami adalah korban. Jadi tak ada hal yang perlu disembunyikan.

Hanya saja pada saat itu kami tidak mau diganggu oleh berbagai pertanyaan. Jujur saat itu saya sangat menghindari respon orang-orang yang menatap kami dengan penuh kesedihan. Sayangnya pemberitaan di televisi swasta dan berita online sangat gencar. Ai bahkan mengangkat undangan kami ke kamera tv dan dizoom out. Alhasil banyak saudara dan teman yang menonton, hingga saya pun akhirnya harus mengklarifikasi satu per satu. Lelah sebenarnya, tapi hal itu perlu dilakukan agar orang-orang yang telah kami undang tetap datang dan tak berpikir bahwa acara kami batal karena kajadian ini.

Link berita online disini.

Pada saat pemberkatan pihak TV One meminta ijin dari kami untuk bisa meliput, awalnya kami sempat menolak tapi menurut Papa saya hal itu tidak mengapa. Tayangan tersebut bisa sekalian menjadi klarifikasi ke teman dan saudara dijauh yang sudah menonton tayangan berita yang ada, bahwa acara tetap jalan.

Respon Yang Aneh

Pada waktu teman dan saudara menonton dan membaca beritanya, muncul banyak respon dari mereka. Syukunya dari saudara dan teman-teman dekat cara menyampaikan responnya enak dibaca dan dengar, sedangkan yang tidak enak malah datang dari mereka yang tidak terlalu dekat, beberapa contoh seperti:

A.

Ngasih link berita dan sekedar bertanya “Py, itu elu?”

B.

“Py, itu di TV One kalian? Hahahahhaa.” Ketawa lebar dan gw yang kayak… Serius lu nertawain gue??

C.

“Kalian makanya cari WO yang benar.”.. Bah.. Gak butuh pertanyaan macam ini disaat-saat macam kemarin. Kalau tau bakal ditipu juga ga akan pakai itu kok.

Ada beberapa yang bahkan sudah saya lupakan saking membuat alis mata tak rata.

Silver Lining

Kami sangat percaya dengan hal yang terjadi ini semakin menguji hubungan saya dan Ai dan membuat hubungan kami semakin kuat. Dengan respon hati yang benar kami bisa melalui semua ini. Tak pernah sedetik pun saya tidak bersyukur akan segala kebaikan Tuhan. Selalu ada hikmah dibalik permasalahan. Dan kami ga sangka Tuhan bukakan itu semua langsung didepan kami.

Saya dan Ai ga menyangka lewat pertemanan didunia maya ini saya dan Ai bisa bertemu dengan orang-orang baik yang dengan tangan terbuka membantu kami. Mereka bahkan membantu kami dengan dana yang mana kami sendiri sungkan untuk meminta bahkan ke saudara sendiri. Mereka sampai meyakinkan kami untuk menerima bantuan tersebut tanpa sungkan. Kalau bukan rencana Tuhan, mana mungkin berakhir seindah ini?

Ga hanya itu, teman-teman komsel Gereja pun dengan setulus hati membantu kami saat hari H, bahkan sebelum itu kami meeting untuk membicarakan banyak hal. Dan ya, mereka sangat profesional membantu kami sebagai Wedding Organizer pada hari H.

Terima Kasih Kami Untuk Kalian

Teman-teman blogger Carolina, Chyntia, Evita, Fanny, Jurie, Marlin, Meilani, Mira, Renie, Ribka, Tiana. Terima kasih sebanyak-banyaknya dari hati terdalam untuk kalian semua. Bahkan sampai detik saya mengetik pun air mata saya masih mengalir saking bersyukurnya saya atas segala kebaikan kalian. Bantuin saya lunasin semua yang tersisa mulai dari gedung, sewa baju pengantin, mobil, foto video liputan, hand bouquet pagi, hiasan mobil, amlop angpau, dll. Terlebih perhatian, dukungan, doa, pelukan dari kalian masih kami rasakan sampai saat ini. Maaf kami belum bisa membalas semua kebaikan kalian. Tapi kami percaya, semua kebaikan yang kalian lakukan pasti dibalas Tuhan dengan caranya yang ajaib. Terima kasih.

Teman-teman Connect Group Pro 4 $ 24 Gereja Mawar Sharon. Andrew, Asun,  Deny, Endang, Handi, Santi, Stephanie, Yosie. Sebagai tim WO dadakan, kalian keren sekali!! Kami sangat terbantu dihari H. Sampai urusan membeli voucher belanja pun kalian handle saking lupanya kami dengan semua urusan perintilan. Dan sangat ga menyangka dimalam acara resepsi kami dibantu dengan WO profesional Eternal Organizer tempat Stephanie part time. Kereeenn sekalii bukan? Tuhan tuh kalau bantu ga pernah setengah-setengah, makanya kita pun anak2-Nya ga boleh percaya dengan setengah hati 🙂

Dan semua teman-teman yang terus mendukung kami dalam doa agar acara hari H kemarin boleh berjalan lancar. Terima kasih banyak.

Tuhan Yesus Kristus.. Terima kasih banyak Tuhan sudah mempercayakan Py dan Ai dengan hal ini. Dalam segala keadaan saya mau berkata Tuhan baik. Semua rancangan-Mu pasti mendatangkan kebaikan. 🙂

Kami tetap membutuhkan doa kalian untuk kelangsungan proses hukum yang sedang berjalan. Kami berdua memaafkan kedua pelaku, tapi kami pun percaya setiap keputusan itu ada konsekuensinya. Dan hukuman adalah konsekuensi yang harus mereka terima. Berdoa keadilan boleh ditegakkan. Semoga kami masih bisa berpegang ke hukum yang ada di negara Indonesia tercinta ini.

P.s: Sampai detik ini sebenarnya saya dan Ai tidak terlalu tertarik untuk membahas hal ini. Makanya postingan ini menjadi panjang karena saya enggan untuk membaginya ke beberapa cerita. Semoga tak ada yang tertidur ya 🙂 Oh ya karena alasan diatas, kolom komen pun saya tutup ya. Terima kasih banyak sudah membaca 🙂

Advertisements