Operasi Gigi Bungsu Part 2

Gw menjalani hari seperti biasa, meski deg-degan tapi sudah lumayan beriman kalau semua akan baik-baik saja.

9 November 2017

Hari yang tak dinantikan pun tiba. Pulang kantor langsung menuju RSJ (Rumah Sakit Jakarta). Bedanya kali ini kami makan dulu karena setelah tindakan pasti bakal susah.

IMG20171109182714.jpg

Daftar dulu ke Mbaknya

IMG20171109183053.jpg

Dinner nya risol yang lumayan lah, tetep ga bisa ngalahin enaknya Risol punya Rere 😀

IMG20171109190808.jpg

Ternyata risol aja ga nampol. Mesti tambah lagi.

Sebelum mulai, gw mesti tanda tangan Surat Persetujuan Tindakan dulu. Gw lupa sih Ai itu ikut tanda tangan atau engga. Terus gw selfi deh.. Haha..

IMG20171109190121.jpg

IMG20171109184143.jpg

Foto sebelum, gusi masih agak bengkak karena radang. Gw kemudian di ukur tensi darah.

IMG20171109192254.jpg

Puji Tuhan semua normal. Setelah itu masuk ke ruang praktek dokter. Iya tindakannya disitu aja, ga ke ruangan khusus kayak sesar. Yang paling menangkan gw adalah Ai bisa masuk juga. Jadi deh sambil tindakan sambil Ai bisa foto-foto.

IMG20171109193058.jpg

Tindakan pertama adalah dokter menyemprotkan cairan ke bagian sekitar yang akan di operasi.

IMG20171109193149.jpg

Didiamkan sebentar dan gw mulai berasa lidah dan gusi gw baal.

IMG20171109193507.jpg

Maka dimulailah Bapak dokter beraksi. Dimulai dengan suntikan anastesi di beberapa titik. Disini gw berasa ada jarum yang masuk tapi ga berasa sakitnya.

IMG20171109194134.jpg

Ini sepertinya gusi mulai di belek.

Jujur selama proses ini gw ga santai sama sekali. Entah pengaruh stress atau karena memang tu ruangan di setel dingin banget, gw gemetaran!

IMG20171109194458.jpg

Beberapa kali suster nyuruh gw tenang tapi emang susah. Suara mesin penghisap dan yang lainnya itu beneran bikin gw ketakutan. Sampai di satu titik gw merasa kesakitan banget. Sakitnya tuh waktu dokter kek berusaha nyongkel jadi saraf gw ketekan. Mana tenaganya setrong bener. Gw pun angkat tangan seperti instruksi dokter di awal kalau gw ga tahan lagi. Dokter kembali menyuntikan anastesi di beberapa titik. Sampai sini gw mikir, kenapa gigi gw ga dibelah aja ya? Soalnya gw nonton video operasi gigi di Instagram tuh gitu. Jadi kan ga perlu tenaga extra buat ngeluarin si gigi. #sotoy

IMG20171109194505.jpg

Gemetaran

Long story short akhirnya si gigi berhasil di keluarkan. Jahitan di dua tempat. Satu di bagian gusi tempat gigi diambil, yang ke dua di gusi arah pipi bawah *paham ga? haha. Dokter masukin kapas buat di gigit, gunanya untuk menyerap darah.

Pas kelar langsung berasa banget pipi gw bengkak.

IMG20171109195351.jpg

Sedih ga liat muke gw? Apa pen nabok?

IMG20171109195833.jpg

Dibekalin kapas, total gw cuma pakai 2. Pas bangun pagi dah ga berdarah. Sama dokter gw ditambahin pain killer merk apa lupa, yang pasti sehari cuma boleh 1, dikasih 4 biji. Gw juga dikasih dokter surat istirahat sehari, lumayan karena besoknya kepala gw lumayan sakit. Ga tau kenapa.

IMG20171110072653.jpg

Makanan gw selama gusi bengkak. Buka mulut awal-awal tuh susah, berasa sakitnya. Haha.. Tapi karena tuntutan perut ya makan lah. Kasian orang serumah kalau sampai gw kelaparan. Wkwkw..

Total biaya yang keluar untuk tindakan ini (kayaknya plus yang kunjungan perdana gw deh) adalah Rp. 3.975.500.-  semua di tanggung asuransi. Puji Tuhan.

Bengkaknya kalau ga salah sampai seminggu, nakal emang makan yang keras-keras. Temen gw yang patuh 3 hari makan lembut langsung turun bengkaknya. 2 minggu berikutnya gw balik lagi buat cabut benang. Ga sakit sama sekali. Cabutnya cuma 10 detik tapi bayarnya tetap. Makanya sekolah dokter mahal ya. Wkwkwkw. Lupa lagi berapa karena semua full asuransi. XD

Terus seperti kata dokter, seiring sembuhnya bagian dalam gusi, gusi gw naik jadi ga celong gitu.

Gw puas dengan pelayanan di Rumah Sakit Jakarta. Ngurus adminstrasinya cepat, susternya ramah semua, dokternya ok dan menjelaskan apa yang ditanya, terlebih beliau bikin gw ga merasa kesakitan pas di suntik. Hehe. Lokasi OK banget dong. Rekomen lah.

Semoga gigi dan kesehatan keseluruhan kita sehat-sehat aja ya.

Advertisements

Dilan 1990

137501_02546364-0ee4-4d4d-9277-2b51e6b7704c.jpg

Sumber: kaskus.co.id

Gw punya PDF novel ini sudah lama, tapi karena yang ke-2nya belum dapat, gw enggan memulai untuk membacanya. Sampai tau-tau dengar kabar kalau novel ini akan difilmkan. Awalnya ga terlalu terusik, sampai muncul pro kontra saat Pidi Baiq memilih Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan sebagai pemeran Dilan. Saking derasnya arus penolakan dari teman-teman gw yang sudah baca novelnya, gw pun jadi ikut-ikutan. Bodoh, baca saja belum. Tapi setelah baca review yang sudah nonton malah bilang kalau acting Iqbaal sebagai Dilan bagus. Ah.. Gw penasaran.

Tapi sebelum memutuskan untuk nonton, gw baca dulu deh novelnya. Sehari kelar. Sukaa.. Gw suka novel ini. Ada satu dua hal yang mengganjal tapi secara keseluruhan gw masih sangat menikmati. Gw review sekalian sama film-nya deh biar tidak mengulang.

MV5BYzM0NmQ2YzgtZWZkNC00N2JhLThjYzUtMDNlZDczMzJiMGY1XkEyXkFqcGdeQXVyNzkzODk2Mzc@._V1_UY1200_CR96,0,630,1200_AL_

Sumber: Imdb.com

Setelah gagal sehari sebelumnya, besok malamnya (31 Januari 2017), gw memutuskan untuk nonton. Kali ini cari aman dengan milih nonton di mall belakang. XXI nya sepi, gw bisa langsung ke counter tanpa perlu antri. Paling hanya menunggu Ai tiba saja. Dan lumayan lama, gw hampir ketiduran. Haha.

WhatsApp Image 2018-02-01 at 09.21.34

Sinopsis Dilan (versi gw): Kisah percintaan anak SMA antara Dilan dan Milea. Berlokasi di Bandung tahun 1990. Dilan adalah Panglima Tempur salah satu geng motor di Bandung. Memiliki Ayah Tentara dan Bunda Kepala Sekolah. Tapi meski jadi bagian geng motor, Dilan tetap berprestasi dengan menjadi juara di kelasnya. Sementara Milea adalah murid baru di sekolah Dilan, pindahan dari Jakarta karena mengikuti Ayahnya yang juga tentara. Ibu Milea adalah seorang artis. Dilan mendekati Milea dengan cara yang unik (mungkin) di jaman ini. Tapi rasanya di jaman itu begitu ya? Kirim-kiriman surat ke gebetan.

Tidak perlu gw menulis kembali detail cerita soal Dilan dan Milea ini. Toh kalau pun mau baca novelnya bisa dibeli di toko buku atau cari PDF nya. Lagian, review yang lain juga sudah mendalam sekali bahasnya.

Waktu novelnya selesai gw baca, hati gw berbunga-bunga. Sebut gw receh, ga masalah. Tapi itu yang gw rasakan. Entah dengan mu yang sudah baca, kalau buat gw, ini bawa nostalgia mendalam. Kisah kasih di SMA. Ai mungkin tidak akan relevan dengan kisah ini karena dia tidak pernah pacaran sebelum sama gw. Hihi. Atau bisa merasakan? Gw lupa tanya.

Dan seperti yang dialami teman lainnya, semalam pun suasana waktu nonton meriah sekali. Penuh dengan ahhh.. uuu.. gitu. Gw ingat, waktu Dilan mengeluarkan gombalannya ada 1 Bapak yang teriak..

Bisa aja lu tong“.. Sontak satu studio pun tertawa. Haha.

quotes-novel-milea.jpg

Sumber: Bukubiruku.com

Saran gw, buat kalian yang mau nonton, lebih baik bawa pasangan. Kenapa? Karena pas mendengar gombalannya rasanya langsung ingin uwel-uwel orang sebelah. Untuk yang jomblo? tetap bisa menikmati kok. Paling ada sedikit rasa perih dihati. XD

2017-05-10-1631209975230000-bohong.jpeg

Sumber: Dagelan.co

Ok, setelah berpanjang-panjang, nanti ada yang protes terselubung bilang postingannya kepanjangan, akan gw taruh disini pros & cons novel dan film Dilan menurut versi gw.

Kita mulai dengan cons:

(-) Film ini terlalu text book, alias plek ketiplek novelnya. Makanya di beberapa adegan, katakan lah waktu ada Kang Adi muncul langsung dengan ekspresi cemburu, Ai bertanya, siapa dia?

(-) Dalam beberapa adegan terasa ada dialog yang memiliki ruang kosong sebelum lanjut ke dialog lain.

(-) Ada adegan yang sebenarnya tidak perlu ditayangkan, fake-nya jadi kelihatan. Yaitu adegan waktu Bunda mengantar Milea pulang.

(-) Penokohannya tidak sekuat di novel. Di film, peran Wati, Piyan, Anhar, dan yang lain hanya sekedar saja.

(-) Sampai film ini selesai, soundtracknya tidak mampir dihati. Gw bahkan lupa soundtracknya seperti apa. Biasanya selesai nonton, kalau soundtracknya enak langsung dicari. Padahal, setau gw banyak lagu asik di tahun itu. Biar sisi nostalgia makin menggebu.

Pros:

(+) Setelah gw selesai menonton film ini, gw ingin bertemu Pidi Baiq dan bilang “Terima kasih sudah memilih Iqbaal”. Iqbaal memerankan Dilan dengan sangat baik. Kesan anak motor tapi pintar dan juara di kelas dapat. Muka tengil saat sedang ngerjain Milea bagus. Gombalannya? Lancar sekali. Kena sampai ke hati gw. Ah.. Dilan. Kakak jadi terbayang-bayang nih.

(+) Chemistry antara Dilan dan Milea kuat banget. Cara mereka memandang satu dengan yang lain itu seperti tatapan orang yang dimabuk cinta.

(+) Detail tahun 1990 sangat terlihat. Surat-suratan. Baju anak SMA masih longgar, baju kasualnya juga. Sepatu belum bermacam merek. Anak bengal selalu keluarin baju ditambah satu buku dilipat masukin celana belakang. Luka dikasih obat merah. Soal telepon umum yang mesti antri dan masukin koin kalau mau perpanjang waktu. Bahkan sampai ke kantong plastik pun khas sekali punya masa lampau, atau sudah jarang terlihat sih sekarang ini. Ya Tuhan, nostalgia sekali.

(+) Karena katanya berasal dari kejadian nyata, film ini beneran ringan sekali. Tidak ada konflik yang terlalu berlebihan. Selayaknya kehidupan anak SMA biasanya. Tapi ini bisa jadi kekurangan buat mereka penikmat drama.

(+) Saking ringannya, waktu 110 menit seperti terlewat begitu saja. Sampai-sampai gw lupa kalau diluar ada kejadian langka yang hanya terjadi 152 tahun sekali, Super Blue Blood Moon. Terima kasih untuk kalian yang mengabadikan dan membaginya di media sosial.

Buat kalian yang sedang penat, sedang datar-datarnya perasaan ke pasangan, gw rekomen film ini. Siapa tau bisa mengingatkan, betapa berbunganya hati pada masa PDKT dulu. Betapa berjuangnya saat berusaha mencuri hatinya.

Sementara itu, silahkan nikmati quotes Dilan dibawah ini yang gw ambil dari berbagai sumber.

dilan_01.jpg

Kalau ada cowo bilang ini ke kamu dalam angkot, reaksi mu bagaimana?

2017-05-10-1705497801650000-selasa.jpeg

Dilan memang berbeda

dilan_02.jpg

Romantis tapi seram

dilan_09.jpg

Hadiah paling epic. Gw bertaruh, kamu saja tidak kepikiran kan?

16583391_253895105048889_641729197047283712_n.jpg

Bagaimana? Bikin hati membuncah? Atau ingin muntah?

Ramen Kanbe – Aeon Mall BSD

Semalam (30 Januari 2017) gw bilang ke Ai kalau gw pengen nonton Dilan. Cuma ternyata jalanan dari stasiun ke Aeon lagi sangat tidak bersahabat sehingga mengakibatkan kami telat buat nonton. Ndilalah kami malah ketemu temen kost yang sama-sama sudah jadi alumnus. Ya sudah, lebih pas lagi karena kami jadi ngobrol. Mungkin hampir 15 menit.

Karena film-nya sudah pasti tak terkejar, gw bilang ke Ai kalau gw pengen makan saja, gw lapar.

Ga butuh waktu lama, kami memutuskan untuk mencari Ramen dan harus ada pork-nya. Masuk lah kami ke Ramen Village, dimana berjejer banyak resto ramen didalamnya. Kami pun berjalan masuk, agak tidak nyaman sebenarnya karena suara para pelayan yang mempromosikan resto ramen mereka lumayan bikin pusing. Macam di ITC. Ada beberapa resto yang memajang tulisan Ramen Halal, tentu langsung kami skip. Perhatian teralih ke salah satu pelayan yang menyebut bahwa mereka menjual ramen pork berserta sederet gratisan. Oh, tentu ini yang kami pilih.

Ternyata kami masuk ke dalam resto bernama Kanbe.

WhatsApp Image 2018-01-31 at 09.20.06.jpeg

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.23(1).jpeg

From where I sat.

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.05(1).jpeg

Seru nih mereka tulis soal sejarahnya, jadi tau kalau Kanbe ini berasal dari kota Kobe. Baca Kobe gw langsung inget postingan Ci Leony soal pengalamannya makan Kobe beef. *mendadakngeces

Sayang, saking kelaparan, gw lupa memotret menu makanannya. Pandangan kami langsung tertuju pada lembaran bertuliskan Umami. Karena menurut pelayan disitulah pilihan ramen pork terpampang. Umami ini sendiri, menurut penjelasan di webnya (kalau gw ga salah terjemahin) adalah ekstrak dari sayuran dan tulang ayam yang di rebus berjam-jam.

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.23(2)

Stik bawang – Free

Sambil menanti makanan datang gw cemilin stik bawang yang tersedia gratis bisa diambil sepuasnya. Ai turun ke ATM karena ternyata disini hanya menerima pembayaran cash. Untungnya lift yang dekat Ramen Village langsung ke ATM gallery dilantai G. Jadinya pas makanan datang, ga berapa lama Ai juga kembali. Poin plus nih, makanan datangnya cepat. Apa karena sepi?

Gw  memesan:

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.07.jpeg

Umami Shio – Rp. 59.000.-

Sup umami dengan toping babi panggang, tauge, daun bawang, rumput laut kering, dan jamur. Wangi pork itu jelas banget, di awal sempat mengganggu indra penciuman gw. Cuma lama-lama terbiasa. Kuahnya rich, rasanya gurih dan enak. Ramennya juga gw suka, pas teksturnya. Ga keras ga kelembekan. Babi pangganya itu full lemak. Pas masuk mulut langsung lumer. Enakkk.. Sesuai dengan selera gw.

Ai memesan:

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.06.jpeg

Umami Spicy – Rp. 59.000.-

Secara keseluruhan sama dengan punya gw, bedanya tentu di kuah. Tapi entah kenapa gw ga suka waktu icip. Pedas sih, cuma kok gw berasanya macam pahit. Kalau Ai sih dia tipe pemakan apa saja yang ada di depan dia, kecuali Pare tentu saja.

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.05.jpeg

Free Ramen

Nah, salah satu bonus makan disini adalah free jika mau tambah ramen. Ga jelas sih apakah free sepuasnya atau sejumlah orang. Yang pasti Ai nambah 2x. Haha. Ai suka karena berbeda dengan ramen tetangga, disini ramennya panas waktu di kasih. Bukan yang dingin macam baru dikeluarin dari kulkas. Jadi pas nyemplung ke kuah jadi hangat gitu.

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.06(1).jpeg

Kanbe Roll – Rp. 69.000.-

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.06(2).jpeg

Spicy Kanbe Roll *ngasal, lupa namanya  – Free

Ini termasuk promo semalam, buy 1 get 2 sushi. Yang ini gw kecewa. Sama sekali ga ketrima lidah gw. Gw ga tau ya gimana benernya, gw berasanya entah pakai beras yang kualitas rendah sampai ada bau tengik atau berasnya sudah ke simpan lama. Tidak enak. Waktu komplen dibilangnya akan di kasih tau ke chef-nya. Gw sebenarnya pengen cancel aja sih, cuma masih kemakan kalau buat Ai. Ya sudah, akhirnya di bungkus bawa pulang. Lagian, makan seporsi ramen ternyata sudah cukup buat gw. Kenyang sekali.

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.06(3).jpeg

Gyoza Goreng – Free

Selain prok, gyoza ini juga jadi salah satu daya tarik yang bikin gw luluh semalam. Gw suka banget sama gyoza. Jadi pengen belajar cara bikinnya. Sukaaa banget ini gyoza-nya enak. Ga tau deh isinya apa, tapi enak aja.

WhatsApp Image 2018-01-31 at 08.47.22(1)

Ocha Dingin – Free

Gratisan lagi, enak banget lah makan disini. Rasanya seperti seharusnya Ocha yang lain ya. Hihi.

Total keseluruhan setelah di tambah pajak (10%), pelayanan (5%), dan pembulatan ke atas Rp. 15 adalah Rp. 216.000.-

Untuk yang pengen makan ramen di cuaca yang dingin ini, gw rekomen Kanbe dengan pilihan menu Umami Shio beserta segala gratisannya.