Kenapa Gak Mau Ditolong?

Rehat sejenak dari postingan soal vendor, meski sebenarnya hanya tinggal tunggu jadwal tayang sih. Saya mau curhat sebentar boleh ya 😀

Source: thespringmount6pack.com

Source: thespringmount6pack.com

Jadi begini ceritanya, di salah satu lingkaran pertemanan saya ada salah satu teman yang lagi ngalamin masalah yang sangat tidak enak. Selain tidak enak, masalah ini juga tergolong besar dan berat untuk anak seusia dia. Apalagi dengan embel-embel dia sebagai tulang punggung dalam keluarga, benar-benar bikin hati saya hancur dan bertanya, kok bisa?

Saya ga akan cerita detil masalahnya apa, tapi yang saya sesali adalah dia ini, sebut saja A, seperti tidak menganggap kami sebagai teman. Padahal kami sering memplokamirkan bahwa hubungan pertemanan kami sudah erat, bahkan sudah menganggap saudara 1 dengan yang lainnya. Terbukti dengan berbagai hal yang berhasil kami lewati sama-sama sebelumnya.

Saya sendiri menanti dia terbuka menceritakan masalahnya  bukan untuk menghakimi, tetapi ingin sekali menolong. Seandainya A tau, bahwasanya kami semua sudah tau apa yang dia alamin. Hati kecil masing-masing kami sudah berontak untuk mengeluarkan kalimat “Sudahlah.. Berhenti bersandiwara, katakan yang sejujurnya dan biarkan kami menolongmu..”

Ketika datang waktu yang rasanya tepat untuk dia berbicara pun, karena kami memang mengkondisikan seperti itu, dia tak juga berterus terang. Malah membuat cerita demi cerita bohong untuk menutupi semuanya. Sedih. Sedih sekali.

Source: hookedoninspiration.wordpress.com

Source: hookedoninspiration.wordpress.com

Saya sendiri inginnya ngomong dengan A dan membuka semuanya, tapi saya dan teman lainnya tidak membiarkan itu terjadi karena kami tahu, A pun pasti berat untuk mengaku. Saya tau masih ada nuraninya yang berteriak ketika dia mengarang semua cerita bohong itu. Sampai detik ini, saya dan teman-teman masih menunggu A berbicara.

Ketika saya khusuk berdoa semalam, saya seperti terkonek dengan hati Tuhan. Saya pun sering sekali melakukan hal itu. Sok kuat dan sok hebat dengan semua permasalahan yang saya hadapi. Saya merasa saya bisa menyelesaikan semua dengan kekuatan saya. Saya bohong seolah-olah semua baik-baik saja. Saya seringkali cuek dengan satu sosok yang sudah siap menolong saya. Yang saya perlu lakukan hanyalah berkata jujur, jujur tentang keadaan yang saya alami. Ampuni ya Tuhan.

Source: ink361.com

Source: ink361.com

Yah sudahlah, sekarang tinggal tunggu waktu sampai kapan A berdiam diri tentang semuanya. Sebagai teman, sebagai keluarga, saya dan kawan lain hanya bisa mendukung apapun keputusan dia sekarang.