Kehilangan

Pagi ini saya kehilangan adik sepupu saya, R.. Errr.. Kalau bahasa Manado sih sebutnya cucu bersaudara, karena ga tau istilah Bahasa Indonesia nya, maka sebut saja sepupu. R didiagnosa mengidap Kanker Hati stadium akhir setelah dilakukan pengecekan mendalam melalui proses Endoskopi.

Hari sabtu, 11 April 2015, adalah hari dimana untuk pertama kalinya dalam hidup, saya mengalami yang namanya rasa berdebar menanti hasil dokter. Memang bukan untuk saya, tapi rasanya gak karuan. Pas Dokter keluar dan manggil keluarga R, jantung gw berdetak jauh lebih kencang daripada sebelumnya. Dan begitu mendengar hasil diagnosa dokter badan serasa mau runtuh, tapi ditahan karena kami gak mau sampai ketahuan papanya. Memang kami sengaja merahasiakan penyakitnya dari Papa nya yang terkena struk. Begitu juga dengan R yang tau bahwa dirinya baru terkena tumor dan bukan kanker.

Selama ini R jarang mengeluh sakit, kalau pun sakit pasti dikira asam lambung biasa. Makanya sama sekali ga nyangka dia bisa mengidap kanker yang saking ga ketahuan sampai akhirnya sudah distadium akhir. Dari garis keturunan pihak Oma nya, mereka memang membawa Hepatitis. Kalau saya baca dari penyebab kanker hati memang infeksi kronis Hepatitis B dan C menjadi penyebab kanker.

R ini anaknya baik sekali, anak cowo tapi ga ngerokok dan minum minuman keras. Pergaulannya pun sehat. Dan sangat dekat dengan kami keluarga besar. Dia pun sangat loyal terhadap teman-temannya, senang becanda, ga heran wall Facebook nya sekarang penuh dengan kalimat-kalimat indah dari teman-temannya. Mereka mengenal sosok R sebagai orang yang baik dan riang.

R sudah pergi sekarang, Rumah nya di Surga sudah jadi makanya Tuhan panggil pulang. Padahal saya sudah menunjuk R sebagai panitia penguhubung keluarga saya dan Ai. Kebetulan R berteman dengan sepupu Ai,  anak dari Uda di Cibubur, mereka satu jurusan kuliah. Tapi ternyata tugas R didunia sudah selesai. 🙂

Beristirahatlah dalam tenang ade’ sayang 🙂 Sampai berjumpa dirumah Bapa di surga.